Kamis, Juli 21, 2011

iman manusia memang payah...


ada yang belum tahu, shalat wajib lima waktu untuk laki-laki wajib dilakukan berjamaah di masjid? alhamdulillah, saya sudah sejak lama tahu. ooo.., jadi sudah sejak lama anda lakukan? siapa bilang... untuk beberapa kali saya lakukan, tapi begitu lama tidak, lalu sekarang saya lakukan lagi. begitulah iman manusia, kadang kualitasnya naik, terkadang turun. selalulah belajar dan memperdalam islam, karena sesungguhnya yang kebanyakan kita anggap aneh, tetapi setelah dipelajari lebih dalam, ternyata ada tuntunannya dan sesuai.

waktu itu, ketika ashar di masjid, saya agak ragu melakukan rawatib kobliah, mungkin artikel berikut memberikan jawabannya :

Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib

Tanya:
Assalaamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Saya baru belajar mendalami agama Allah yg sebenarnya, yg mengikut al-Qur’an dan hadist dan sunnah para sahabat dan imam. Ada yg ingin saya tanyakan? Masalah shalat sunnah dalam menjalankan shalat lima waktu. Ada yg boleh dikerjakan dan tidak. Maksudnya shalat sunnah yang boleh dikerjakan waktu mengerjakan shalat wajib lima waktu: Yg mana boleh di kerjakan dan mana yang tidak?
Tolong diberi penjelasannya …
Fauzan

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Mungkin yang anda maksud adalah shalat sunnah rawatib (yang berada sebelum dan setelah shalat wajib). Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah shalat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)

2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada shalat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan shalat sunnahnya di rumah.”

3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)

Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.

Lalu apa hukum shalat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada shalat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk shalat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)
Adapun shalat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya shalat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.


sumber : http://al-atsariyyah.com


buat keluargaku : masuklah islam secara keseluruhan, tingkatkan terus keimanan, Allah selalu bersama orang-orang yang taqwa.

Selasa, Juli 19, 2011

tetaplah jadi srikandi walau ku bukan gatotkaca


apa yang menjadikanmu cinta kepadaku?
anu.., anumu.., anu.., badanmu keker....
otot-ototmu, kaya' Ade Rai...

koq, kamu mau, sih, denganku, kenapa?
habis.., kamu ganteng, sih...

apa, sih dari aku yang kamu seneng?
kamu suka canda, ngajak aku jalan, shopping, nonton, seneng-seneng,
aku selalu bahagia deket kamu...

kamu, koq pilihnya aku, bukan yang lain?
sebenernya, sih, kamu gak cakep-cakep amat, tapi.,. gak malu-maluin
kalo jalan sama kamu, habis naik sedan, sih...

gimana, suka, kan, sama gayaku tadi..?
wahhh..., oohhh, hhmmm..., hot..., ohhhmmm..., gak kuat, lagi dong...

cinta, kasih sayang, pentingkah..?
selingkuh...??
ooo..., yang gitu-gitu ditanyain.., mana ada cinta suci sekarang...
sayang juga ada yang lebih baik dilewatin...

sapa juga yang selingkuh.., wong cuma buat seneng-seneng aja, koq
biar gak stres...

i, tunaikan wajibnya, susah payah...
s, abaikan wajibnya, tuntut haknya?
sudahlah, yang penting kebutuhan terpenuhi...

lah.., memang seharusnya gitu, i kan ngurus a
s kerja cari duit, perlu juga hiburan...

Ade Rai, kenapa kau tak ajari aku, bagaimana badan ini berotot...
Pak Prabu, sombong amat.., tak pernah kasih resep biar ganteng (walau tak muda)
Wahh.., enak tuh, si Nia dapet anaknya Bakrie, bagi dong duitnya, atau ajaklah
hambamu ini jadi pengusaha...

biarlah cinta sejati ini tetap berada di ujung rambut terindah yang paling atas
biarlah kokoh keketatapan hati ini lebih berat dan kuat dari otot manapun
biarlah janji suci menjadi jiwa termahal dan tak terganti, bahkan dunia dan isinya


tetaplah jadi Srikandi, sayangku..., walau ku tak seperti Gatotkaca...




Senin, Juli 04, 2011

Lelang di Lubuk Kemiling



Maaf kalau ada yang bertanya arti atau sejarahnya sehingga desa tersebut bernama Lubuk Kemiling. Yang jelas Minggu tanggal 3 Juli kemarin saya beserta keluarga berada di sana. Perjalanan dari Baturaja memakan waktu sekitar dua jam. Menurut saya tidak begitu jauh, tetapi karena jalannya sempit, serta aspal jalan banyak yang rusak, membuat perjalanan jadi semakin lama.

Desa Lubuk Kemiling terletak di Kecamatan Peninjauan Kab. OKU. Banyak orang bilang, karena aliran sungai ogan yang melewati desa ini tidak lurus mengalir dari hulu ke hilir, tetapi membentuk lingkaran seperti pusaran, di setiap sisinya. Itulah asal dari nama Lubuk Kemiling.

Episode pertama perjalanan ini, kami sudah disuguhi pengalaman yang unik, yaitu menyeberang sungai dengan jembatan gantung. Memang masih terlihat kokoh, tetapi pijakan papan jembatannya sudah ada yang rusak, tentunya saya ekstra hati-hati menuntun anak saya yang masih berumur 2,5 tahun.

Ada yang lebih bahagia pada hari tersebut, sang pengantin. Kakak bapak mertua yang punya acara, beliau menikahkan anak perempuannya. Tamu undangan ramai, walau terik siang ini. Tari persembahan membuka acara tersebut, lalu diteruskan dengan acara adat suap-suapan dan lemparan. Cacap-cacapan dan suap-suapan saya sudah tahu sebelumnya, tetapi lemparan? Dalam benak saya, seikat bunga dilempar oleh kedua mempelai ke tamu undangan, seperti yang sering saya lihat di tv. Lemparan yang saya lihat, tamu undangan satu persatu memberikan kain ke mempelai, ada sekitar dua puluh orang lebih.

Beberapa kata sambutan, lalu doa, tanpa ada ceramah. Kemudian acara belum dilanjutkan dengan makan siang, tetapi lagi-lagi saya disuguhi dengan sesuatu yang baru, "Lelang". Apa yang dilelang? Barang yang dilelang adalah satu porsi makanan yang berisi, nasi, ayam goreng-yang benar-benar satu ayam, satu buah apel dan dua buah salak. Dikemas dalam wadah plastik yang biasa dugunakan untuk mengemas kue bolu. Dijejer beberapa porsi yang dipegang oleh remaja putri di atas panggung. Lelang dibuka dengan tawaran seratus ribu rupiah, sampai nilai tertinggi. Siang itu sebanyak tiga puluh porsi terlelang dengan nilai seratus sampai dua ratus ribu rupiah per porsinya. Berapa yang bandar lelang dapat? 6 juta rupiah!! Fantastis... Pemenang lelang termasuk diantaranya adalah istri saya, he..he.., dia memperoleh dua porsi. Jadi memang pemenang lelang dapat menyantap makan siang dahulu, sebelum yang lain menikmati prasmanannya. Rupanya acara lelang masih berlanjut malam nanti, sembari diiringi alunan musik organ tunggal dan biduannya.

Banyak hal baru yang kami temui minggu ini, di daerah asal istri saya, Desa Bunglai yang bersebelahan dengan Desa Lubuk Kemiling. Jangan pernah lupakan daerah asal, karena itu sama artinya melupakan orang tua. Walau seberat apapun rintangannya, itu bukti cinta kepada jiwa kita yang merupakan asal bentuk sejarah kita ke depan. Seperti juga saya rindu akan tempat lahir saya, begitu juga anak-anak saya yang rindu pulang ke rumahnya. I miss you...

Rabu, Juni 22, 2011

apa kabar, nak...


pernah merasa, ah.., gombal semua cinta itu
aku sayang kamu, aku cinta padamu, hampa terasa tanpa engkau di sini
yah, cinta pada dasarnya memang gombal, ada batas dan jangka waktunya

tetapi tidak untuk yang seperti ini
untuk yang mengenal cinta sesungguhnya
untuk yang memahami anugerah cinta dari-Nya

apa kabar, nak?
maaf, kalau cinta kali ini tidak gombal
maaf, kalau ku keliru ternyata cinta-Mu buat ku rindu

rindu warna pakainmu..., ungu, hijau, merah...
rindu riuh suara bising itu
rindu aroma keringatmu

maaf, Allah ku jadi gila akan cinta-Mu
menangis dan tertawa sendiri

maaf, Allah ku tak bisa lari dari cinta ini
ku lihat air, kutemukan percik wudhumu
ku lihat becak, pernah berhimpitan menumpanginya
ku lihat bola, engkau asyik mengejar lalu menendangnya
ku lihat masjid, pita, lem, daun pisang, angkot, buku, daun, rumput, kursi, ayunan, lapangan,
kantor polisi, super market, kolam renang, ....
entah bagian mana lagi yang tidak ku lihat engkau anakku

apa kabar, nak? ucapku pagi itu...
semoga dapat selalu ku ucapkan setiap saat
karena Allah menjaga dan menyampaikan cinta itu
cinta dari yang mencintai amanah-Mu, anakku...

rindu yang beda, 22062011

Senin, Juni 06, 2011

ada yang lain...

lama tak menuang cerita, sejak waktu mulai bertahta
jadi buntu juga bernuansa, sejak kepala penuh rasa

sulit juga bersahabat dua lokasi, jadinya malas berkreasi
bersyukurlah bagi bebas berhasrat, untuk semua sahabat

..............., .....................
..............., .....................

tetapi tetap sama rasanya, lagi-lagi dua sisi pengaruhi semuanya
ada yang lain di sini, dan membawa beda harmoni

tidak tampak nyata bidadari, yang selalu nikmat berseri
tidak sampai harum bunga itu, yang selalu mekar setiap waktu

ku harap Angin berikan kesejukan, dalam lelap peristirahatan
semoga Mentari pancarkan kehangatan, iringi liuk indah pujaan

ada yang lain, dalam batin

Rabu, Januari 12, 2011

Shalat bersama bapak...





Ashar kali itu begitu berbeda.
Tapi sama ketika dulu.

Ashar kali itu menghadirkan suasana syahdu.

Sering shalat bersama bapak, dengan lantunan ayatnya yang khas.
Terkadang kesal juga begitu lamanya bersenandung.

Sering shalat bersama bapak, mengaminkan doanya yang khusuk.
Tetap lama dan panjang, kadang canda ikut serta.

Shalat bersama bapak, kurangkuh kokoh telapak tangannya dan bersimpuh.

Baru kali ini kokoh tanganmu kuakui, tegar langkah kakimu mengayuh rejeki.
Baru kali ini makna suaramu begitu berarti, senyummu begitu sejuk.
Baru kali ini ku rindu shalat bersama bapak...

Ku yakin Allah sayang bapak,
untuk selalu bertemu Engkau dalam shalat.

Ku yakin Allah sayang bapak,
untuk selalu menjaga dan mengasihinya.

Temukan kami dalam shalat untuk dapat bersama bapak...


Ashar yang beda, Senin-100111

Kamis, Januari 06, 2011

Pagi itu...


Pagi itu, untuk beberapa pagi setelah subuh...
udara lebih sejuk, mungkin menjelang kemarau,
beragam aktivitas mengiringi langkahku.

Pagi itu, jalan pagi gerakkan badan...
untuk beberapa saat kereta api lewat,
aku melihat beberapa penumpang gelap nyangkut di sela gerbong,
yah.., gerbong BBM milik Pertamina sepertinya,
hmmm.., kemana ya, tujuan mereka?

Pagi itu, kucoba merasakan kehidupan kampung ini...
beberapa sudah mencari uang dengan berjualan kue,
membuka warung, menawarkan jasa ojek,
yang lain sudah sibuk berbenah, menyapu halaman,
mencuci pakaian lalu menjemurnya.

Pagi itu, seperti pagi yang lain, aku sendiri...
beberapa orang mungkin lebih bahagia, berjalan pagi itu,
bersama istri, anak, orang tua.

Pagi itu, kembali dan selalu kuingat dambaan hati...
bunga indah dan permata hatiku,
sungguh pagi itu tidak bisa kunikmati bersama mereka.


Lahat Pagi, Kamis 6 Januari 2011

Jumat, Desember 31, 2010

istri adalah budak suami


(untuk semua yang menjadikan istri sebagai budak suami)

Ekstrim memang, tetapi itulah yang terjadi.

Apakah sama kondisinya dengan masa pacaran dulu? Begitu indahnya masa-masa itu. Semua dilakukan hanya untuk menarik perhatiannya. Kita mampu berkorban demi si belahan jiwa. Jangankan satu atau dua bulan, satu hari tidak bertemupun rindu rasanya. Apa yang tidak kita lakukan untuknya..., perhatian, waktu, materi, jiwa dan raga juga sepertinya.

Ingatkah kita akan janji-janji kita dulu... hanya engkaulah cintaku, tiada ku berpaling denganmu, hidup dan matiku hanya untukmu, engkau cantik bak bidadari : aku cinta dan sayang padamu, sungguh engkau begitu berarti bagi hidupku, entah apalagi.., terlalu banyak mungkin untuk diingat.

Masih sama keadaannya pada saat mengikat hati dengan pernikahan. Janji itu masih hangat, masih harum aromanya. Rasakan romantisnya bulan madu. Sama-sama kita akui begitu indahnya masa-masa pengantin baru. Coba ingat kembali, pernahkah kita berucap atau berkeyakinan dalam hati waktu itu untuk tidak berpaling ke lain hati, untuk selalu bersama sampai akhir hayat?

Buka kembali mata anda, sadarkan diri anda perlahan... rasakan apa yang kita perbuat saat ini, lihat juga sekeliling kita, apakah judul di atas masih ekstrim kedengarannya? Saya rasa tidak.
Apa yang tidak kita lakukan, hanya dengan alasan-daripada zina misalnya. Oh, tidak.., banyak alasan yang hanya untuk kepuasan sang suami. Suami mana yang tidak marah apabila sang istri melirik lelaki lain misalnya, tetapi dia sendiri malah selingkuh dengan banyak wanita. Pertanyaan lain : apakah suami selalu jujur atas penghasilannya? Kalau tidak, kenapa? Lagi-lagi mungkin untuk belahan jiwa lain. Ayolah..., kita sebagai suami sudah begitu lelah mencari nafkaf, apa salahnya menghibur diri... Lelah..?? Pernah anda bandingkan dengan begitu susah payahnya sang istri menunaikan kewajibannya? Mulai dari mengandung, melahirkan, mengurus anak, menata rumah tangga, melayani suami, terkadang masih harus bekerja menambah penghasilan suami.

Bukankah begitu banyak istri seperti itu yang menjadi budak suami? Saya menyadari dan coba memahami, normalnya sifat wanita tidak berniat dan berusaha mendua, mungkin berbeda dengan lelaki yang bisa seperti itu. Maka dari itu percayalah pada istri anda, pertebal iman untuk selalu setia dengannya. Hargai dan tempatkan ia sebagai manusia yang berharga dengan begitu kita dapat menghormatinya. Patri pernyataan dan keyakinan kita dulu, memang itu merupakan kenangan yang indah tetapi juga merupakan janji kepada diri dan kepada Yang Maha.

Semua akan dimintai pertanggungjawaban sesuai peranannya selama di dunia. Cintai keluarga anda, cintai istri anda, cintai suami anda, sungguh dia yang terbaik. Lahirkan generasi yang damai dan tentram. Allah, SWT bersama kita, mewujudkan keluarga bahagia...

Sayangku : Bunga Indah dan Permata Hati

Rabu, Desember 08, 2010

Ketika Seorang Menjadi Pahlawan


"Hanya ada satu orang, satu pahlawan, satu legenda" begitulah ungkapan idola baru sepak bola Indonesia Irfan Bachdim pada twitternya. Yah.., Bambang Pamungkas disebut sebagai pahlawan malam itu saat bertanding melawan musuh bebuyutan Thailand dengan skor 2-1. Terus terang ketika mendengar kata pahlawan, hati saya langsung ciut. Nadi saya terasa berhenti ketika Kiki Amalia menangis haru saat suaminya menjadi pahlawan menghalau bola masuk ke gawangnya. Saya semakin tertunduk lemas, seorang Markus sudah menjadi pahlawan pada umur pernikahan yang seumur jagung, huuhhh...

Saatnya kita bertanya pada hati kecil kita, kita merasa bangga saat mengatakan kalau sudah begitu lamanya umur pernikahan kita dibanding, sang pahlawan tadi atau dibanding teman-teman seumur kita. "Saya bangga kalau di usia begitu mudanya saya sudah berani memutuskan untuk menikah, sampai saat ini dikaruniai buah hati". Tetapi pernahkah kita menyadari apa yang sudah kita lakukan sepanjang umur kita atau umur pernikahan kita? Apakah pernah terpikir suatu saat nanti kita disebut pahlawan karena sesuatu yang kita hasilkan atau perbuat? Oohh, tidak..., jangan begitu jauh anda berpikir untuk menjadi pahlawan negeri. Apakah anda juga sebagai pahlawan dalam profesi anda? Tidak juga...., baiklah, ini pertanyaan terakhir : yakinkan kalau anda pahlawan dalam peran anda dalam keluarga.

Tetapi saya juga terdiam apabila pertanyaan itu dilontarkan. Begitu lemahnya fungsi kita sebagai lelaki kepala keluarga. Mencari nafkah...??? Semua kepala keluargapun mencari nafkah, begitu mudahnya kita bekerja, kadang-kadang tanpa tenaga, tanpa taruhan nyawa. Apakah itu yang disebut pahlawan? Tidak dapat dipungkiri kalau sang istri lebih dulu menyandang status pahlawan. Karena saya tahu betul kalau nyawa yang ia pertaruhkan dalam proses kelahiran anak kami. Selayaknya menurut saya kita menghargai dan melindungi sang pahlawan tersebut. Lalu kapan titel pahlawan juga melekat pada kita? Terus terang saya malu mempertanyakan itu dan saya salut untuk para pahlawan negeri.

Paling tidak saya memahami arti seorang pahlawan yang sebenarnya. Sungguh ia berjuang demi sesuatu yang diyakininya pada sebuah kebenaran tentunya. Untuk saat ini saya belum menjadi pahlawan, tetapi saya ingin memiliki jiwa pahlawan dan tetap menghargai dan menyayangi sang pahlawan hati, istri.

Tetap semangat layaknya pahlawan...

Rabu, Desember 01, 2010

Blog dengan segala macam informasi


Silahkan anda klik salah satunya, dan nikmati informasi di setiap postingnya. Berikut link blog yang biasa saya buka, yuuukkk...., mariiiii......
1. Terselubung
2. Kumpul berita
3. Guyintop10
4. Tahukah kamu
5. Semuana
6. Unic77
7. Asaborneo

ambil positifnya buang buruknya...
Mohon bantuannya yang bisa menambahkan, thanks...